APAPUN PILIHANMU, KAMU ADALAH WANITA HEBAT


Banyak hal yang mengharuskan kita membuat pilihan dalam kehidupan, banyak pro dan kontra diantara keluarga. Namun dua kepala, dua hati yang menjalani adalah yang terpenting.

Tepat atau tidaknya itu tergantung dua orang yang menjalaninya, suami & istri.

Sedikit pengalaman pribadi yang bisa saya bagikan kepada teman-teman wanita yang menginspirasi.

Sebelumnya saya adalah wanita aktif, mulai jadi mahasiswi berbagai ekskul saya ikuti.

mulai kegiatan formal kampus hingga non formal diluar kampus.

Mulai menjadi Menteri pemberdayaan wanita Bemut Untad pada masanya, Advokasi BEM Fakultas Mipa, menjadi ketua Himpunan Jurusan Matematika Mipa, hingga menjadi manager Futsal angkatan. Berbagai kegiatan luar kampus saya ikuti, menjadi tim pengajar di salah satu desa yang berjarak kurang lebih 41km dr rumah pagi hari dan siangnya saya kembali berkuliah. Apakah lelah? Entah kenapa saat itu tak pernah mengeluh lelah, mungkin karena ada kenikmatan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan dari hati. 

Hingga akhirnya sayapun harus menghabiskan waktu kurang lebih 6 tahun meyelesaikan kuliah dengan gelar Sarjana Sains. Apakah lelah? Masyaaallah sama sekali tidak lelah dan bersyukur tetap bisa selesai di era gempuran kehidupan anak broken home yang hampir kehilangan arah. Mengikut kegiatan-kegiatan yang menghasilkan uang untuk maju skripsi dengan bantuan orang baik yang Allah SWT kirimkan, terima kasih seseorang yang telah hadir diwaktu yang tepat (suami). Sungguh bersyukur Allah SWT tak pernah meninggalkan hambanya yang terpuruk ini.

Selesai Pendidikan, Alhamdulillah Allah SWT lagi-lagi selalu menyertai, Untuk singkat beberapa pengalaman kerja saya :

-BNI (Bancassurance) 3 bulan 

- PT. Trans retaik Indonesia 6 tahun

    > Junior Manager

    > Sales Manager

    > Division Manager

- Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng 6 bulan

    > Konsultan Individu

- A'Three Mart 2 tahun

   > Tim Opening Store

   > Supervisor

- PT. Meraki Agro Indonesia 1 tahun

  > Manager Produksi

PT. Nusantara King Fruit (Sekarang)

  > Head Of Productin & Go Down Master


Namun, ada hal yang mesti saya lewati sebelum ada dititik ini.

setiap masuk ke tempat kerja berikutmya selalu ada surprise dari Allah SWT.

6 tahun bekerja di perusahaan besar (PT. Trans Retail Indonesia) dengan jabatan yang sudah sangat memuaskan, kenapa memilih resign?

saat itu adalah masa-masa ekonomi tak stabil, masa Covid.

Namun, saat diskusi suami memilih saya untuk beristirahat di rumah dengan kondisi ini, dan sempat berucap, Jika dengan saya keluar dan Allah SWT Menitipkan buah hati, maka sungguh menyesal jika tidak resign saat ini. MasyaaAllah kalimatnya.. Maka kami fix dan ambil keputusan saya resign dari jabatan itu. 

dan apa yang terjadi?? Allahu Akbar... 

Sebulan setelah resign, Allah SWT titipkan janin di rahim saya. Dengan posisi kami tidak promil sebagaimana yang kami lakukan bertahun-tahun sebelumnya.

Banyak Hal yang kami lewati saat hamil harus isolasi berdua karena positif Covid, Terima kasih ya Rabb mengirimkan seseorang yang selalu menerima kekurangan & kelebihan saya (suami)

Alhamdulillah,, semua bisa saya lalui. Mengidam, Melahirkan, MengASIhi.

Namun ekonomi tetap naik turun, Alhamdulillahnya kami selalu ada, saat popok habis, tiba-tiba susu habis, dan token listrik sudah berdering 😅 tiba-tiba ada saja rejeki yang Allah titipkan melalui tangan suami.

Dan Di titik ini saya percaya, rejeki rumah tangga itu telah diatur oleh Allah SWT. Akan selalu dicukupkan sesuai apa yang kita butuhkan. Pada dasarnya rejeki rumah tangga Allah SWT titipkan melalui tangan berkahnya suami.

namun kini mengapa saya kembali bekerja? Yaa.. semua tetap dukungan suami, beliaulah yang lebih optimis agar saya tetap mengembangkan potensi dari dalam diri saya, orang yang paling percaya dengan kemampuan istrinya, yang selalu percaya bahwa saya adalah orang yang tak bisa diam. selalu mau melakukan hal-hal luar biasa dimatanya. lagi-lagi terima kasih ya Rabb untuk bonus dalam rumah tangga kami, sedikit rejeki yang bisa saya hasilkan.

Kini, saya bekerja sesuai porsi saya dengan status sebagai Wanita Bersuami, yang harus tau tentang batasan, tentang waktu dan terus meningkatkan komunikasi yang intens bersama suami.

Pekerjaan tak lagi tentang Karir, Menjadi Wanita Karir. itu tak lagi masuk catatan kehidupan saya. 

Namun, Allah SWT masih tetap mendampingi, mempercayakan pekerjaan saat ini, dengan jabatan, amanah yang luar biasa dari perusahaan.

Percayalah, ketika statusmu telah meningkat menjadi seorang ISTRI, bawalah statusmu dimana saja. karena ada kehormatan suami yang melekat pada ragamu, yang dengan sendirinya membuatmu untuk berperilaku sebaik mungkin, menjaga attitude dan akhlakmu sebagai wanita dan dipastikan kamu akan melakukan pekerjaan dengan sangat baik untuk menjaga nama baik suamimu, hingga dengan bangga bercerita atas pencapaianmu karenanya.

Apapun Perusahaanmu,  Kualitas dirimulah yang menetukan.



Peluk Sayang,

Wanita Harus Menginspirasi🌹


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haruskah Menjadi Independent Woman?

TATAPANnya senduh, MATAnya sembab, namun HATInya tetap kuat. Ia adalah wanita

"Untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika ujung-ujungnya berakhir jadi ibu rumah tangga?" Padahal, semua peran memiliki kesulitan dan kemudahan masing-masing